Senin, 17 Oktober 2016

Pengenalan Teknologi Sistem Cerdas

BAB I
Pengenalan Intelegensi Buatan

1.1     Definisi Kecerdasan Buatan

           Kecerdasan buatan atau artificial intelligence merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin (komputer) dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia (Buku Sri Kusumadewi).

                  Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan.
                  AI biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga terkait erat dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya. Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua  bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan buatan. Pengertian lain dari kecerdasan buatan adalah bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia.

1.2     Kecerdasan Buatan dengan Kecerdasan Alami

            Kecerdasan Buatan
           
           Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi.

            Lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami bisa berubah karena sifat manusia pelupa. Kecerdasan buatan tidak berubah selama sistem komputer & program tidak mengubahnya.
           
             Lebih mudah diduplikasi & disebarkan. Mentransfer pengetahuan manusia dari 1 orang ke orang lain membutuhkan proses yang sangat lama & keahlian tidak akan pernah dapat diduplikasi dengan lengkap. Jadi jika pengetahuan terletak pada suatu sistem komputer, maka pengetahuan tersebut dapat disalin dari komputer tersebut & dapat dipindahkan dengan mudah ke komputer yang lain.
           
            Bersifat konsisten karena kecerdasan buatan adalah bagian dari teknologi komputer sedangkan kecerdasan alami senantiasa berubah-ubah.
            Dapat didokumentasi.Keputusan yang dibuat komputer dapat didokumentasi dengan mudah dengan cara melacak setiap aktivitas dari sistem tersebut. Kecerdasan alami sangat sulit untuk direproduksi.

           Kecerdasan Alami

           Kecerdasan Alami adalah sifat pikiran yang mencakup sejumlah kemampuan, seperti kemampuan menalar, merencanakan, memecahkan masalah, berpikir abstrak, memahami gagasan, menggunakan bahasa, dan belajar yang terbentuk secara alami atau biasa disebut bakat.
            Kreatif : manusia memiliki kemampuan untuk menambah pengetahuan, sedangkan pada kecerdasan buatan untuk menambah pengetahuan harus dilakukan melalui sistem yang dibangun.
            Memungkinkan orang untuk menggunakan pengalaman secara langsung. Sedangkan pada kecerdasan buatan harus bekerja dengan input-input simbolik.
            Pemikiran manusia dapat digunakan secara luas, sedangkan kecerdasan buatan sangat terbatas.

1.3     Komputasi Intelegensi Buatan dan Konvensional

          Komputasi intelegensi buatan memberitahu komputer tentang suatu masalah. Komputer diberi pengetahuan dan kemampuan inferensi dan juga bisa digunakan sebagai representasi dan manipulasi simbol. Sedangkan komputasi konvensional , yaitu memerintah komputer untuk menyelesaikan masalah, memberi data kepada komputer dan program dan juga menggunakan algoritma.

           
Komputasi Konvensional
Komputasi Kecerdasan Buatan
Format keluaran berupa bit, byte, angka, dan fungsi
Hubungan simbol, konsep, dan aturan-aturan
Menggunakan algoritma prosedural yang menyelesaikan problem
Bahasa deskriptif (menguraikan fakta-fakta yang diketahui dan hubungan)
Menggunakan tahap-tahap urutan tertentu untuk penyelesaian (algoritma).
Penggunaan search untuk menemukan penyelesaian (heuristik).
Kesimpulan (conclusion)-nya bersifat determistik.
Tidak tahu apakah algoritma memusat (converge).
Tipe data : angka dan karakter
Tipe data : atom, obyek, list (program)
Perlu deklarasi awal dan tipe variabel
Tidak perlu deklarasi awal atau tipe data (variabel tipe-tipe tertentu dapat dapat dibuat apabila ia diperlukan selama proses penyelesaian)
Dimensi variabel yang tetap
Dimensi struktur data dapat tumbuh atau menyusut selama proses
Representasi informasi yang eksak
Representasi informasi yang tidak eksak
Jawaban yang eksak
Jawaban yang memuaskan

1.4     Sejarah Kecerdasan Buatan

         
Uji Turing (Turing Test) oleh Alan Turing tahun 1950-an : Turing beranggapan bahwa, jika mesin dapat membuat seseorang percaya bahwa dirinya mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).
    Seorang profesor dari Massachusetts Institute of Technology yang bernama John McCarthy pada tahun 1956 pada Dartmouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. Pada koferensi tersebut juga didefinisikan tujuan utama dari kecerdasan buatan, yaitu: mengetahui dan memodelkan proses-proses berfikir manusia dan mendesain mesin agar dapat menirukan kelakuan manusia tersebut.
Beberapa program AI yang mulai dibuat pada tahun 1956-1966, antara lain:
1.Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika.
2.Sad Sam, diprogram oleh Robert K. Lindsay (1960). Program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta-fakta yang didengar dalam sebuah percakapan.
3.ELIZA, diprogram oleh Joseph Weizenbaum (1967). Program ini mampu melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan

    
1.5     Lingkup Kecerdasan Buatan pada Aplikasi Komersial
                 
    Lingkup utama dalam kecerdasan buatan adalah:
1.      Sistem Pakar (Expert System). Disini komputer digunakan sebagai sarana untuk pengetahuan para pakar. Dengan demikian komputer akan memiliki keahlian untuk menyelesaikan permasalahan dengan meniru keahlian yang dimiliki oleh pakar.
2.      Pengolahan Bahasa Alami (Natural Language Processing). Dengan pengolahan bahasa alami ini diharapkan user dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan bahasa sehari-hari.
3.      Pengenalan Ucapan (Speech Recognition). Melalui pengenalan ucapan diharapkan manusia dapat berkomunikasi dengan komputer dengan menggunakan suara.
4.      Robotika & Sistem Sensor (Robotics & Sensory Systems).
5.      Computer Vision, mencoba untuk dapat menginterpretasikan gambar atau obyek-obyek tampak melalui komputer.
6.      Intelligent Computer-aided Instruction. Komputer dapat digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar.
7.      Game Playing.

 
1.6     Soft Computing
            Soft computing adalah koleksi dari beberapa metodologi yang bertujuan untuk mengeksploitasi adanya toleransi terhadap ketidaktepatan, ketidakpastian, dan kebenaran parsial untuk dapat diselesaikan dengan mudah, robustness, dan biaya penyelesaiannya murah. Definisi ini pertama kali diungkapkan oleh Prof. Lotfi A. Zadeh pada tahun 1992.
            
Unsur Pokok dalam Soft Computing :
1.Sistem Fuzzy (mengakomodasi ketidaktepatan);
2.Jaringan Syaraf (menggunakan pembelajaran);
3.Probabilistic Reasoning (mengakomodasi ketidakpastian);
4.Evolutionary Computing (optimasi).
Keempat unsur tesebut bukan merupakan pesaing antara satu dengan lainnya, namun diantaranya bisa saling melengkapi. Sehingga, Zadeh juga mendefinisikan bahwa soft computing itu merupakan hubungan antara logika fuzzy, neuro-computing, probabilistic reasoning, dan algoritma genetik.


BAB II
Pengenalan Intellegent Agents

           AGENT adalah sesuatu yang dapat mengesan ( percieving ) lingkungan ( environment ) nya  melalui  sensors dan bertindak ( Acting ) terhadap lingkungan tersebut melalui actuators.

Dalam kecerdasan buatan, intelligent agent (IA) adalah sebuah entitas otonom yang mengamati dan bertindak atas lingkungan (yaitu membutuhkan agen) dan mengarahkan aktivitasnya untuk mencapai tujuan  yaitu rasional.Intelligent agen juga dapat belajar atau menggunakan pengetahuan untuk mencapai tujuan mereka. Russell & Norvig (2003) mengartikan Rational Agent  yang mengerjakan segala sesuatu hal dengan benar.

Selanjutnya saya akan membahas tentang PEAS. PEAS adalah singkatan dari Performance Measure, Environment, Actuators, dan Sensor. Dimana harus dispesifikasikan terlebih dahulu mengenai rancangan intelligent agent.

Lalu tipe tipe agent yang terdapat dalam intelegent agent ada 5 tipe, yaitu:

1. Simple Reflex Agents
Agen reflex sederhana merupakan agen yang paling sederhana karena hanya menerapkan teknik kondisi-aksi. Jadi, jika terjadi tertentu maka agen akan secara sederhana memberikan aksi tertentu.

2. Model Based Reflex Agents
            Agen reflex sederhana dapat melakukan tindakanya dengan baik jika lingkungan yang memberikan kesan tidak berubah-ubah. Misalkan untuk kasus agen pengendara taxi, agen tersebut hanya dapat menerima kesan dari mobil dengan model terbaru saja.

3. Goal-Based Agents
            Suatu agen tertentu harus diberikan informasi tentang tujuan yang merupakan keadaan yang ingin dicapai oleh agent.

4. Utility-Based Agents
            Agen refleks berbasis tujuan tidak membedakan keadaan yang bagus dengan keadaan yang tidak bagus untuk agent.

5. Learning Agents
            Learning agents belajar dari pengalaman, meningkatkan kinerja bertanggung jawab untuk membuat perbaikan elemen kinerja bertanggung jawab untuk memilih tindakan eksternal kritikus memberikan umpan balik tentang bagaimana agen bekerja.


BAB III
Pengenalan Logical Agent

3.1     Logical Agent
          Logic merupakan jantung dari program, para pemrogram mempunyai keyakinan bahwa sebuah computer dapat dibuat mengerti logika, maka computer dapat dibuat untuk berfikir, karena logika kelihatannya menjadi inti dari kecerdasan.
1        Problem solving agent hanya bisa menyelesaikan masalah yang lingkungannya accessible
2        Kita membutuhkan agen yang dapat menambah pengetahuan dan menyimpulkan keadaan
3        Agent yang akan membantu seperti ini kita beri nama knowledge based agent

3.2     Knowledge Based Agent
            Komponen utama dari knowledge based agent adalah knowledge basenya. Knowledge base (KB) adalah kumpulan representasi fakta tentang lingkungan atau dunia yang berhubungan atau menjadi daerah bekerjanya agen. Setiap representasi dalam KB disebut sebagai sebuah sentence yang diekspresikan dalam sebuah bahasa yakni knowledge representation language.
1        Representasi Pengetahuan yang bersifat general.
2        Kemampuan beradaptasi sesuai temuan fakta.
3        Kemampuan menyimpulkan sesuatu dari pengetahuan yang sudah ada.

Syarat Representasi KB:
1        Representational    Adequacy
kemampuan merepresentasikan semua pengetahuan yang dibutuhkan dalam domainnya
2        Inferential Adequacy
kemampuan memanipulasi struktur pengetahuan untuk membentuk struktur baru dalam menampung pengetahuan baru hasil inferensi
3        Inferential Efficiency
kemampuan untuk manambahkan informasi untuk mempercepat pencarian dalam inferensi
4        Acquisitional Eficiency
kemampuan untuk menambah informasi baru secara mudah.

3.4     Logic Model
            Logic Models merupakan cara logis untuk membuat perencanaan yang mudah dievaluasi dan logis. Logic Models memberikan gambaran atas suatu program, yang berbentuk grafik dan tulisan yang menunjukan hubungan antara berbagai aktivitas dalam suatu program dengan hasil dan outcome yang akan dicapai. Logic Models dapat didefinisikan sebagai alat atau rerangka konsep yang membantu mengidentifikasi suatu program melalui perencanaan dengan analisis atas sumber daya (resources), proses dan aktivitas yang akan dilakukan (activities), Outputs yang ingin dicapai, orang yang menjadi sasaran program (Customers), dan Outcomes. Logic Models dapat digunakan untuk mengevaluasi hasil dari suatu program. Tahap pertama dalam mengimplementasi Logic Models terhadap suatu program adalah analisis mengenai How to do the Program. Suatu program akan menggunakan sumber daya tersentu, untuk melakukan suatu proses, yang menghasilkanoutput tertentu, sehingga customer dapat melakukan perubahan sesuai outcome yang ingin dituju. Dengan demikian, hasil dari suatu progam sesuai target.

BAB IV
Metode Pencarian dan Pelacakan

             Pencarian dan pelacakan merupakan suatu hal penting dalam suatu sistem. Karena pencarian dan pelacakan ini adalah hal yang menentukan keberhasilan sistem tersebut. Pada dasarnya, metode pencarian dan pelacakan dibagi dua, yaitu Pencarian Buta (blind search) dan Pencarian Tersusun (heuristic search).

Pelacakan adalah teknik untuk pencarian. Didalam pencarian ada dua kemungkinan hasil yang didapat yaitu menemukan dan tidak menemukan. Sehingga pencarian merupakan teknik yang penting dalam AI. Hal penting dalam menentukan keberhasilan sistem berdasarkan kecerdasan adalah kesuksesan dalam pencarian dan pencocokan.
Pencarian adalah suatu proses mencari solusi dari suatu permasalahan melalui sekumpulan kemungkinan ruang keadaan (state place). Ruang keadaan merupakan suatu ruang yang berisi semua keadaan yang mungkin.
Dua teknik pencarian dan pelacakan
– Pencarian buta (blind search)
• Pencarian melebar pertama (Breadth – First Search)
• Pencarian mendalam pertama (Depth – First Search)
– Pencarian terbimbing (heuristic search)
• Pendakian Bukit (Hill Climbing)
• Pencarian Terbaik Pertama (Best First Search)

Pencarian Melebar Pertama (Breadth-First Search)
• Semua node pada level n akan dikunjungi terlebih dahulu sebelum level n+1
• Mulai dari akar terus ke level 1 dari kiri ke kanan
• Kemudian ke level selanjutnya hingga solusi ditemukan.




• Keuntungan
– Tidak akan menemui jalan buntu
– Menjamin ditemukannya solusi (jika solusinya memang ada) dan solusi yang ditemukan 
yang paling baik
– Jika ada satu solusi maka bread-first search akan menemukannya

• Kelemahannya
– Membutuhkan memori yang cukup banyak
– Membutuhkan waktu yang cukup lama

Pencarian mendalam pertama (Depth-First Search)
• Proses pencarian dilakukan pada semua anaknya sebelum dilakukan pencarian ke node-node yang selevel

• Keuntungan
– Memori yang relatif kecil
– Secara kebetulan, akan menemukan solusi tanpa harus menguji lebih banyak lagi.




Pencarian Heuristik
• Pencarian buta tidak selalu dapat diterapkan dengan baik
– Waktu aksesnya yang cukup lama
– Besarnya memori yang diperlukan
• Metode heuristic search diharapkan bisa menyelesaikan permasalahan yang lebih besar.
• Metode heuristic search menggunakan suatu fungsi yang menghitung biaya perkiraan (estimasi) dari suatu simpul tertentu menuju ke simpul tujuan disebut fungsi heuristic

Pembangkit & Pengujian (Generate and Test)
• Pada prinsipnya metode ini merupakan penggabungan antara depth-first search dengan pelacakan mundur (backtracking), yaitu bergerak ke belakang menuju pada suatu keadaan awal.
Algoritma:
– Bangkitkan suatu kemungkinan solusi (membangkitkan suatu titik tertentu atau lintasan tertentu dari keadaan awal).
– Uji untuk melihat apakah node tersebut benar-benar merupakan solusinya dengan cara membandingkan node tersebut atau node akhir dari suatu lintasan yang dipilih dengan kumpulan tujuan yang diharapkan.
– Jika solusi ditemukan, keluar. Jika tidak, ulangi kembali langkah yang pertama.
Kelemahan dari Pembangkit & Pengujian (Generate and Test) yaitu ;
– Perlu membangkitkan semua kemungkinan sebelum dilakukan pengujian
– Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pencariannya

Pendakian Bukit (Hill Climbing)
• Metode ini hampir sama dengan metode pembangkitan & pengujian, hanya saja proses pengujian dilakukan dengan menggunakan fungsi heuristik.
• Pembangkitan keadaan berikutnya sangat tergantung pada feedback dari prosedur pengetesan.
• Tes yang berupa fungsi heuristic ini akan menunjukkan seberapa baiknya nilai terkaan yang diambil terhadap keadaan-keadaan lainnya yang mungkin.

Simple Hill Climbing
Algoritma
– Mulai dari keadaan awal, lakukan pengujian: jika merupakan tujuan, maka berhenti; dan jika tidak, lanjutkan dengan keadaan sekarang sebagai keadaan awal.
– Kerjakan langkah-langkah berikut sampai solusinya ditemukan, atau sampai tidak ada operator baru yang akan diaplikasikan pada keadaan sekarang:
• Cari operator yang belum pernah digunakan; gunakan operator ini untuk mendapatkan keadaan yang baru.
• Evaluasi keadaan baru tersebut.
• Jika keadaan baru merupakan tujuan, keluar.
• Jika bukan tujuan, namun nilainya lebih baik daripada keadaan sekarang, maka jadikan keadaan baru tersebut menjadi keadaan sekarang.
• Jika keadaan baru tidak lebih baik daripada keadaan sekarang, maka lanjutkan iterasi.
.

Sumber :

Minggu, 05 Juni 2016

PEMBAHASAN JURNAL ITSM

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi
Jurnal Pertama.

Analisa Jurnal :

Judul Jurnal  
Analisis Pengelolaan TI PT. X Dengan Menggunakan ITIL v3, Service Operation
Link Jurnal    : http://repository.maranatha.edu/557/1/Analisis%20Pengelolaan%20TI.pdf
Jenis Jurnal   : Jurnal Lokal

Kesimpulan/Pembahasan :

Kesimpulan yang dapat diambil dalam jurnal mengenai “Analisis Pengelolaan TI PT. X Dengan Menggunakan ITIL V3, Service Operation” adalah sebagai berikut:

“ Analisis Tata Kelola TI PT X menggunakan ITIL v3, Service Operation ” memiliki manfaat untuk:
 1. Memberikan pedoman dalam pengimplementasian sistem secara baik dan teratur.
 2. Memberikan berbagai saran yang diapat berguna bagi pengembangan langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan bisnis.
 3. Dapat melakukan penghematan keuangan karena tidak ada pengerjaan ulang.
 4. Memudahkan organisasi untuk melakukan kegiatan operasional harian.

IT Service Management ITSM adalah suatu layanan yang berbasis teknologi informasi yang memberikan sebuah layanan solusi seperti pada bidang bisnis. Layanan ini digunakan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan teknologi informasi kepada pengguna yang terdapat dalam framework Information Technology Infrastructure Library. Saat ini ITSM banyak di terapkan di berbagai perusahaan karena fungsinya yang sangat banyak membantu pelanggan dalam melayani pelanggannya.

IT Service Management adalah istilah umum yang menggambarkan pendekatan strategis untuk merancang, memberikan, mengelola dan meningkatkan teknologi informasi (TI) yang digunakan dalam sebuah organisasi. Tujuan dari setiap kerangka IT Service Management yaitu untuk memastikan bahwa proses yang benar, orang dan teknologi berada di tempat sehingga organisasi dapat memenuhi tujuan bisnisnya.

- IT Service Management mendukung penyedia layanan TI lebih focus lagi terhadap kualitas layanan yang diberikan. Caranya, menjalin hubungan yang baik dengan para penggunanya.
- ITIL Merupakan kerangka kerja yang sangat luas keberadaan nya yang menggambarkan keseluruhan IT Service Management dalam beberapa modul.

ITIL v3 ialah framework yang paling unggul dalam pengelolaan sebuah layanan dibandingkan dengan yang lain nya.
ITIL v3 mempunyai berbagai manfaat, manfaatnya yaitu; Menjamin kualitas, Return On Investment, Standarisasi service, Serta Kepuasan pelanggan, Dll.


ITIL v3 Mempunyai 5 domain, domain nya yaitu;
- Service Strategy.
- Service Desaign.
- Service Operation.
- Service Transition.
- Continual Service Improvement.

Jurnal Kedua .

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi



Judul Jurnal: KERANGKA PEMILIHAN PERANGKAT LUNAK SERVICE DES

SEBAGAI REKOMENDASI IMPLEMENTASI IT SERVICE MANAGEMENT

(ITSM) DAN FRAMEWORK DAN IBM TERHADAP PERKEMBANGAN

ITIL

Oleh : M. Bayu Try S

Jenis Jurnal : Lokal

Dalam era modern ini teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan yang sangat

penting bagi hampir di semua organisasi perusahaan karena dipercaya dapat

membantu meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses bisnis perusahaan, Dan tak

hanya perusahaan saja yang menggunakan teknologi IT untuk meningkatkan efektivitas

dan efisiensi nya, sekolah dan perguruan tinggi pun juga menggunakannya untuk

mengatur data siswa atau mahasiswanya agar lebih efisien, itu sebabnya mengapa

perguruan tinggi dengan ilmu komputer semakin diminati di era ini karena memang

hampir semua perusahaan menggunakan teknologi informasi.

Seperti ITSM atau bisa dikenal juga dengan IT Service Management, yaitu

adalah sebuah kemampuan yang dimiliki oleh perusahaan untuk memberikan sebuah

nilai kepada pelanggan dalam bentuk sebuah layanan.

Dan ITIL (Information Technology Infrastructur Library) yang merupakan salah satu

kerangka kerja atau framework dalam penerapan ITSM. ITIL memberikan layanan

untuk mengelola layanan TI.

ITSM erat kaitanya dengan ITIL, yaitu ITSM framework yang dikembangkan

pemerintahan Inggris. Salah satu solusi yang efektif adalah dengan peningkatan

kualitas dari pelayanan kepada pelanggan mereka. Beberapa referensi menunjukkan

bahwa implementasi Service desk merupakan awal yang baik bagi organisasi TI kecil

yang ingin menerapkan ITSM.

Dan IBM sebagai salah satu perusahaan yang sudah mapan kini memfokuskan

sumber dayanya pada bidang pelayanan guna mempertahankan pelanggan mereka.

Dengan metode framework ITIL, IBM berhasil mengimplementasi dan meningkatkan

kemampuan mereka dalam memberikan jasa terbaik kepada pelanggan.

IT Service Management (ITSM)

Alasan penerapan service management menurut ITIL adalah untuk mengarahkan

organisasi IT service provider, manajemen suatu service harus berfokus pada tiga

pertanyaan yaitu, apa yang perlu kita lakukan sekarang, apa yang perlu kita lakukan

bila terjadi kesalahan, dan bagaimana agar segalanya dapat berjalan lancar untuk

seterusnya. Pertanyaan tersebut memerlukan jawaban yang melibatkan manusia,

proses, dan aset dalam lingkaran siklus yang terus menerus dalam rangka menuju

perbaikan ataupun penyesuaian terhadap perubahan-perubahan.

IT Infrastructure Library (ITIL)

ITIL dikembangkan oleh The Office of Government Commerce (OGC) suata badan

dibawah pemerintah Inggris, dengan bekerja sama dengan The IT Service

Management Forum (itSMF) dan British Standard Institute (BSI). ITIL merupakan suatu

framework pengelolaan layanan TI (IT Service Management – ITSM) yang sudah

diadopsi sebagai standar industri pengembangan industri perangkat lunak di dunia.

Service Desk Menurut ITIL

Service Desk Merupakan sebuah fungsi organisasi TI, bisa berupa sebuah

subdepartemen atau subbagian, yang menjadi tempat terjadinya kontak atau interaksi

antara TI dengan user dan customer (untuk selanjutnya disebut sebagai pihak bisnis).

Tugas utama dari Service Desk pada tingkatan strategis organisasi adalah

meningkatkan kualitas layanan TI serta bertindak sebagai perwakilan atau juru bicara

TI terhadap pihak bisnis. Sedangkan pada tingkatan operasional, Service Desk

bertugas sebagai Single Point of Contact untuk memberikan panduan, nasihat, serta

pemulihan layanan, jika terjadi gangguan kepada bisnis.

ITSM mempengaruhi setiap bagian dari sebuah organisasi, dan diperlukan untuk

mendukung tujuan bisnis, dan memiliki kesamaan dengan program-program ERP yang

sudah sangat mendunia dimana keduanya membutuhkan integrasi serta konsistensi di

dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Dibawah ini merupakan komponen yang dipengaruhi oleh ITSM:

1. Proses, menerapkan kebijakan dengan mengintegrasikan informasi, teknologi

dan SDM dengan proses yang terotomatisasi.

2. Informasi, menjadi lebih standard, terdistribusi dan mudah di akses.

3. Teknologi, untuk mengintegrasikan dan mengotomatisasikan tugas dan proses

proses yang ada.

4. Sumber daya manusia (people), menentukan peran dan kewajiban dengan jelas

untuk menghasilkan keputusan.

IBM dan ITIL

IBM (International Business Machines Corporation) merupakan perusahaan

multinasional berasal dari Amerika, yang bergerak di bidang teknologi dan konsultasi.

Melihat perkembangan dan pentingnya pengelolaan layanan teknologi informasi, maka

IBM meluncurkan berbagai solusi yang dapat membantu perusahaan dalam

mengelola service management. IBM Global Service menerapkan sebuah kombinasi

dari kemampuan, aset, dan metode untuk membantu memastikan kita secara sukses

menggunakan kapabilitas dan menerapkan best practices ITIL pada service

management program.

Menurut IBM global service ITSM mempengaruhi setiap bagian dari sebuah organisasi,

dan diperlukan untuk mendukung tujuan bisnis, dan memiliki kesamaan dengan

program-program ERP yang sudah sangat mendunia dimana keduanya membutuhkan

integrasi serta konsistensi di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

KESIMPULAN:

Berdasarkan dari analisa diatas dapat saya simpulkan bahwa ITSM dapat membantu

dalam meningkatkan kualitas pelayanan di perusahaan dengan meningkatkan integrasi

dengan IT, lalu ITSM menjadi solusi bagi perusahaan yang dapat menyediakan produk

yang baik namun ingin meningkatkan nilai jualnya kepada customer atau pelanggan,

dan ITSM memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk dapat melakukan antisipasi

terhadap kebutuhan pelanggan dan menyajikan layanan yang terbaik bagi para

pelanggan.



Jurnal Ketiga.

Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

Analisa Jurnal
Judul Jurnal : Perancangan Configuration Management Database Perusahaan Untuk Meningkatan Kinerja Layanan Teknologi Informasi.

Kesimpulan
Dalam jurnal ini, analisa yang mungkin bisa saya lakukan untuk mendapatkan informasi adalah seperti berikut:
Dengan meningkatnya jumlah kebutuhan layanan organisasi, peran Teknologi Informasi (TI) dalam organisasi saat ini telah mengalami peluasan,pada awalnya TI hanya berfokus pada otomatisasi data,pengolahan data atau manipulasi data,sekarang sudah bergeser pada fungsi perencanaan strategis dan layanan. Saat ini sudah banyak dilakukan oleh berbagai jenis organisasi,baik profit ataupun non profit. Salah satu kerangka kerja disiplin TI dalam hal fungsi layanan TI adalah Information Technology Infrastructure Library (ITIL). 
Dan di sini disebutkan bahwa ITIL adalah kerangka kerja best practices yang dapat digunakan untuk membantu organisasi dalam mengembangkan proses Information Technology Service Management (ITSM). Dan dalam jurnal ini (ITSM) dijelaskan seperti berikut:
Information Technology Service Management (ITSM) adalah pendekatan organisasi Teknologi Informasi (TI) yang digunakan untuk merancang, membangun, mengintegrasikan,mengatur dan menyusun layanan TI yang berkualitas, dalam ITSM pengelolaan TI memilki basis filosofi pada cara pandang customer terhadap kontribusi TI dalam bisnis, serta untuk efektifitas dan efisiensi biaya dalam hal penyedia layanan TI.

Selain itu, ITSM juga memberikan beberapa keuntungan diantaranya yaitu :
ITSM dapat membantu dalam meningkatkan kualitas pelayanan di perusahaan dengan meningkatkan integrasi dengan IT
ITSM menjadi solusi bagi perusahaan yang telah dapat menyediakan produk yang baik namun ingin meningkatkan nilai jualnya kepada customer atau pelanggan.
ITSM memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk dapat melakukan antisipasi  terhadap kebutuhan pelanggan dan menyajikan layanan yang terbaik bagi para pelanggan.

Sedikit usulan serta masukan yang mungkin bisa saya berikan yaitu, organisasi atau perusahaan mungkin bisa lebih menyadari pentingnya pengelolaan layanan yang diberikan kepada pelanggan ataupun seluruh stakeholder agar dapat mendukung tercapainya tujuan dari organisasi itu sendiri. Hal ini dapat diwujudkan mengingat ITSM masih dapat dikembangkan sehingga dapat lebih mudah untuk diimplementasi ke dalam perusahaan.

Anggota Kelompok :
Zein Rizaldi ( 1C114662 )
M. Bayu Try ( 17114131 )
Dicky Putra Pradana ( 13114043 )

Jumat, 01 April 2016

Sistem Informasi Manajemen

-- strategic Uses of Information Technology --
Keberhasilan atau kegagalan organisasi saat ini sangat kompetitif dan teknologi dunia bisnis tergantung pada bagaimana mereka mengelola untuk merampingkan arus informasi antara departemen dan dunia luar. Ini adalah tempat TI datang ke dalam tindakan. Ini berkaitan dengan penerapan teknologi untuk mengotomatisasi arus informasi dalam sebuah sistem informasi organisasi. Kerangka peluang strategis memungkinkan para eksekutif untuk mengidentifikasi peluang untuk penggunaan strategis TI.
Daerah utama yang harus dipertimbangkan untuk mempelajari dampak TI adalah:

- DEVELOPING AN INFORMATION TECHNOLOGY STRATEGY AN MENGEMBANGKAN STRATEGI TEKNOLOGI INFORMASI
Isu seperti Critical Success Factors, perencanaan dan tenaga kerja TI dianggap. Tenaga kerja sangat penting karena dapat memutuskan di Strategi menjadi sukses atau tidak.

- STRATEGIC USE OF INFORMATION TECHNOLOGY PENGGUNAAN STRATEGIS TEKNOLOGI INFORMASI
Ini adalah wilayah luas di mana banyak muncul isu-isu inti. Pertanyaan seperti berikut:
a. Apakah IT perlu?
b. Apa dampaknya TI di dunia bisnis?
c. Kesempatan apa yang telah TI dibawa ke area bisnis Perseroan?
d. Apakah TI dari setiap nilai bisnis dipelajari di sini?
Perpaduan yang bersih Strategi TI dengan Strategi Perusahaan harus tercapai melalui prinsip-prinsip SUIT .

 -- Re-engineering Bussiness Process --
Dalam ilmu computer dan manajemen suatu pendekatan yang bertujuan perbaikan dengan cara menaikan efisiensi dan efektivitas dari proses bisnis yang ada di dalam dan seluruh organiasi. Kunci untuk bagi organisasi untuk melihat proses bisnis mereka dari yang bersih persepektif dan menentukan bagaimana mereka dapat membuat proses ini yang terbaik untuk meningkatkan cara mereka menjalankan bisnis.

 -- Menciptakan Virtual Company --
* Definisi Virtual Company
Virtual company memiliki beberapa definisi yaitu:
1. Suatu organisasi yang hanya menggunakan komputer dan teknologi komunikasi yang memiliki kemudahan dalam mengatur administrasi untuk berkomunikasi dengan pihak klien, menggunakan media telepon, fax, email, internet, IM, danvideoconference yang tidak dibatasi oleh waktu dan ruang [12];
2. Virtual company adalah gabungan dari E-commerce dan Internet & World Wide Web[10];
3. Virtual company (VC) adalah salah satu metode yang dapat membuat owner dan manager mengatasi menegement yang dibutuhkan. VC dilengkapi dengan administrasi, kreatif dan teknikal skill serta pelayanan yang dapat membantu entrepreneurs dan professionals lebih mudah mengatur bisnis yang akan dijalankan.[]

Dari beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa virtual company yang akan digunakan dalam topik ini adalah suatu perusahaan yang membuat suatu aplikasi sistem informasi yang digunakan untuk menjembatani antara perusahaan dan klien secara online.
Virtual Company terdiri dari customer yang saling terintegrasi dan supplier dalam port bisnis yang masuk ke dalam jaringan bisnis (business bus). Untuk kepentingan komunikasi dan pelayanan dengan supplier dan customer di jalur business bus, maka dibuat beberapa businness port pendukung dengan melibatkan pihak ketiga, yaitu media transportasi, service financier untuk metoda pembayaran, chating room dan massaging untuk layanan komunikasi.

* Pendukung Perancangan Virtual Company
Untuk membangun sebuah Virtual Company, ada beberapa komponen yang dapat digunakan [11] , diantaranya :
1.      Email
Hampir semua company menggunakan email dalam proses komunikasi, kapanpun dan dimanapun.
2.      Sistem yang otomatis dan mudah digunakan
Menggunakan suatu apikasi sistem informasi yang bekerja secara otomatis untuk menggantikan pegawai secara langsung, dengan demikian waktu yang digunakan lebih efisien.
3.      Digital company
Membuat elektronik company secara on-line.dengan system online , pegawai dapat bekerja kapanpun dan dimanapun.
4.      Monitoring
Mempermudah memonitor apikasi situs web
5.      Infrastruktur
Sarana infrastruktur akan dibutuhkan untuk menjalankan konsep sebuah VC.
6.      Motivasi
Memotivasai user agar on-line.
7.      user-friendly
Membantu user memahami tools.

Selain itu dalam pembentukan virtual company wajib memperhatikan 4 konsep dimensi perusahaan, yaitu:

·Network company
Pengelolaan hubungan melalui suatu jaringan (komponen: jaringan resource &business bus)

·Customer centric company
Dengan konsep Mass Customization, dimana keseluruhan produksi (barang/jasa layanan) tidak sekedar mempertimbangkan efisiensi produksi massal, tapi juga mempertimbangkan agar memenuhi kebutuhan individual pelanggan

·Agile company
Dimana pengaturan ulang sekumpulan resource dapat dilakukan dengan dinamis sesuai kebutuhan

·Digital company
Digital Company menerapkan konsep kantor virtual, otomatisasi proses, dan organisasi virtual. Dimana ketiga konsep tersebut di dikung teknologi komunikasi dan jaringan, pemrograman, konsep Knowledge Management (KM), konsep Supply Chain Management (SCM), Customer Relationship Management (CRM), aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) dan datawarehouse untuk kepentingan pengelolaan dan akses data.
1. Knowledge Management (KM) adalah sebuah konsep yang bergerak di atas infrastruktur teknologi informasi (Internet & Intranet) yang di fokuskan untuk menjadi sebuah institusi agar menang dalam kompetisinya karena memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada kompetitor-nya.
2. Customer Relationship Management (CRM) adalah aplikasi yang didesain untuk membantu suatu organisasi, mengoptimalkan hubungan dengan pelanggannya dan para supplier-nya, melalui satu atau lebih touch points – seperti call center, salesperson, distributor, store, branch office, web, e-mail – dengan tujuan untuk mendapatkan dan mempertahankan pelanggannya.
3. Enterprise Resouces Planning (ERP) adalah sebuah software yang menggabungkan dan mengotomatisasi data dan beberapa business process dari suatu perusahaan atau organisasi.


- Kerangka Kerja Analisis Pengaturan Topik untuk Virtual Company
Sebelum apa yang ingin dikemukakan sebagai produk/layanan, maka perlu dipertimbangkan jenis kompetisi yang akan dijalani perusahaan (“Time-based”, “Hypercompetition”, “High Velocity Environment”).
Jenis kompetisi akan mempengaruhi pembobotan pemilihan teknologi dan aplikasi apa yang akan digunakan untuk menyajikan produk/layanan. Untuk factor waktu, aplikasi yang bisa menjadi pilihan adalah e-mail, IM, intranet, electronic meeting. Sedangkan untuk faktor jangkauan ruang/area, teknologi yang bisa menjadi pilihan adalah mobile phone, PDA,Laptop,internet.
Kedua pilihan teknologi dan aplikasi tersebut akan menjadi dasar bagi Manager dalam pengambilan keputusan dan bertindak sesuai kebutuhan organisasi dan management.

--Membangun Knowledge Creating Company--
Membangun Knowledge Creating Company dibutuhkan poin-poin penting yaitu :

1. Important knowledge in Company :
- Cara menghadapi persaingan global.
- Cara menjaga kepuasan pelanggan.
- Cara mengantisipasi dinamika persaingannya secara tepat melalui pengembangan virtual Lego Factory.
- Cara menghadapi arena persaiangan dengan film-film yang sedang beredar dengan kualitas box-office, misalnya Star Wars dan Harry Potter.
- Melaksanakan program restrukturisasi yang terdiri dari downsizing dan downscoping.

2. Cross cultural interfaces & Knowledge domain :
- Lego Group mengirimkan produknya kepada retail-retail kecil yang terdapat di dalam database Lego Group sejak tahun 1950.
- Penjualan saham Legoland (Taman Bermain Lego) kepada Blackstone senilai US$450 juta dan penglepasan aset non-produktif di AS, Korea Selatan, dan Australia merupakan bentuk divestasi Lego dalam kaitannya dengan program turn around. Divestasi ini menghasilkan efektivitas dan efisiensi perusahaan yang secara langsung meningkatkan kinerja Lego.

Senin, 21 Maret 2016

I.T.I.L dan C.O.B.I.T



Minggu Ke-2

Penjelasan Mengenai I.T.I.L dan C.O.B.I.T

Berawal saya akan membahas apa itu I.T.I.L . I.T.I.L merupakan singkatan dari Information Technology Infrastructure Library yang merupakan sekumpulan tata kelola layanan teknologi informasi dalam berbagai bidang serta industri, mulai dari manufaktur sampai dengan finansial, dalam skala industry yang besar maupun yang kecil, dan swasta ataupun pemerintah. OGC (Office of Government Commerce) merupakan pihak pengembang penghasil framework I.T.I.L yang berasal dari Inggris. Terdapat dua area/modul dalam I.T.I.L yaitu Service Support dan Delivery kemudian menjadi CORE dalam I.T.I.L versi 2 yang kini umum dikenal dengan IT Service Management.

Lalu yang kedua ada C.O.B.I.T , yang merupakan singkatan dari Control OBjective of Information and related Technology yang memiliki pengertian sebagai sebuah pedoman dalam pengelolaan IT yang termasuk input, proses, dan output, serta proses kontrol yaitu dimana terbagi kedalam 4 objektif yaitu ada Planning & Organization (PO), Acquisition & Implementation (AI), Delivery & Support (DS), dan Monitoring dan 34 area kunci.

Sekian dari penjelasan diatas maka bisa disimpulkan bahwa kedua hal tersebut memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya sekaligus saling melengkapi dalam pendekatan IT Governance dan tata kelola layanan teknologi informasi. Jika diperhatikan berdasarkan pada posisi kedua pendekatan tersebut, maka terlihatlah hubungan langsung antara Delivery & Support, yang merupakan komponen dari C.O.B.I.T , dengan ITSM milik I.T.I.L. Hubungan yang dimaksud disini adalah C.O.B.I.T berperan mengatur permasalahan objektif yang harus dicapai oleh organisasi dalam pelayanan IT , sedangkan I.T.I.L disini merupakan best practice cara pengelolaan IT guna mencapai objektif organisasi tersebut.

Demikian penjelasan mengenai I.T.I.L dan C.O.B.I.T
Terima Kasih.

Sumber :
http://www.kajianpustaka.com/2014/02/pengertian-sejarah-dan-komponen-cobit.html
http://itilindo.com/2009/03/17/posisi-itil-dan-cobit/

Sistem Informasi Manajemen dan Manajemen Layanan SI/TI

Minggu Ke-1

Keterkaitan SIM ( Sistem Informasi Manajemen ) dengan Layanan SI/TI


Sistem Informasi Manajemen ( SIM )

Dapat kita ketahui apa SIM itu. SIM merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen. Kita bahas sedikit demi sedikit mulai dari Sistem. Sistem memiliki istilah dimana adanya sistem pada manusia maupun mesin yang terpadu guna menyajikan informasi untuk mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi yang menggunakan hardware dan software komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah database. Manajemen mencakup beberapa proses seperti perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengorganisasian dan lain-lain, dalam ruang lingkup suatu organisasi. Sedangkan, informasi adalah suatu data yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga memiliki nilai lebih dan berguna. Dapat disimpulkan bahwa SIM merupakan suatu sistem yang mengolah serta mengorganisasikan beberapa data maupun informasi yang bermanfaat guna mendukung pelaksaan tugas dalam ruang lingkup organisasi tersebut.

Sistem Informasi ( SI )

Terdapat penjelasan apa itu Sistem Informasi. Yang bisa saya simpulkan perihal Sistem Informasi adalah sebuah fakta, kejadian, statistik, maupun bentuk data lainnya yang bisa dipahami serta memiliki arti sehingga bisa bermanfaat bagi pihak yang bersangkutan guna keperluan tertentu. Namun, data pada umumnya harus
diolah terlebih dahulu sehingga menjadi informasi yang bisa lebih mudah dan dapat kita pahami.


Teknologi Informasi ( TI )

Terdapat penjelasan apa itu Teknologi Informasi. Seperti yang sudah diketahui bahwa TI merupakan sekumpulan teknologi berbasis komputer yang digunakan oleh manusia untuk bekerja dengan informasi dan mendukung pemenuhan kebutuhan informasi dan pemrosesan informasi suatu organisasi. Dapat disederhanakan sebagai berbagai teknologi yang membantu pengumpulan, penyimpanan, pemrosesan (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi dalam organisasi tersebut.

Keterkaitan SIM ( Sistem Informasi Manajemen ) dengan Layanan SI/TI

Pada topik utama pembahasan kali ini yaitu keterkaitan diantara ke 3 nya. Ketiganya memang memiliki fungsi serta pengertian berbeda namun berperan penting dalam fungsinya. Bisa kita lihat dimana Layanan Sistem Informasi yang perannya mengumpulkan berbagai macam informasi penting guna pemenuh kebutuhan dalam sebuah organisasi sehingga bisa berjalan dengan lancar. TI pun memiliki peran penting dalam SIM yakni TI bisa dipergunakan dalam cakupan proses manajemen seperti perencanaan, pengendalian, serta pengambilan keputusan karena TI bisa kita gunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, memproses (manipulasi/analisis), serta komunikasi dan penyebaran informasi.

Demikian pembahasan keterkaitan antara SIM dengan Layanan SI/TI.
Terima Kasih.

Sumber :
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://www.artikelsiana.com/2015/09/teknologi-informasi-pengertian-tujuan-fungsi.html


Link Minggu Ke-2 :
http://zeinrizaldi.blogspot.co.id/2016/03/itil-dan-cobit.html